Minggu, 20 July 2008
Hisyam hampir genap satu bulan tinggal di Pesantren Modern Gontor. Kali ini adalah ke-6 kalinya kami mengunjunginya. Jarak PM Gontor dari rumah lumayan jauh 66 km. Dalam kecepatan sedang jarak ini ditempuh dalam 90 menit, tergantung kepadatan lalu lintas.
Kami meninggalkan rumah pada pukul 6 pagi, udara terasa dingin. Sengaja kami berangkat pagi supaya punya waktu lebih banyak untuk bertemu dengan Hisyam. Benar saja, kebetulan sekali dia mendapatkan tugas piket rayon, dia dan 2 teman lainnya bertugas mengambilkan makanan untuk teman-temannya yang sedang sakit, menjaga kebersihan rayon (1 unit gedung berbentuk U dengan 10 ruang kelas); mengepel teras tiap ruangan dan menyapu pekarangan. Dia juga mendapatkan tugas untuk menyapu aula tempat makan. Tugas piket berlangsung dari pukul 6 pagi sampai dengan 22 malam.
Suatu kebanggaan tersendiri melihat Hisyam belajar mengemban tanggung jawab. Tampaknya dia sangat sadar dengan tugas-tugasnya. Di sela-sela waktunya kami berusaha untuk sebanyak mungkin berbagi perasaan dengannya. Namun beberapa kali dia "permisi" untuk menunaikan tugasnya. Sungguh membanggakan.
Kami berpamitan sekitar pukul 2:30 sore, aku sempatkan untuk merangkulnya tetapi dia mengelak, beruntung sang ibu berkesempatan untuk menciumnya. Saat dia sudah berjalan menuju kamarnya. Aku memanggilnya, "Syam.....!" Dia pun menoleh, lalu aku melambaikan tangan dia membalasnya.
Kami tiba di rumah pukul 4 sore. Dila membuka pintu pagar rumah untuk kami. Dia tidak mau ikut, "Aku capek, aku tunggu rumah aja....", katanya.
Begitu kami masuk rumah kami mendapati rumah agak berantakan, rupanya Dila mengajak teman-temannya main di rumah.
Perjalanan ke Gontor terasa sangat melelahkan, sehingga aku tidur kurang nyenyak. Badanku terasa pegal-pegal. Aku tidak merasa selelah ini jika melakukan perjalanan ke Kalirejo-ketempat orang tuaku-yang jaraknya hampir sama.
Rupanya tingkat kepadatan yang lebih tinggi dan jalan yang banyak tikungan dan tanjakkan membuatku harus lebih konsentrasi, ternyata ini penyebabnya.
Senin, 21 July 2008
Ada telpon dari Hisyam. Badannya panas, mungkin amandelnya kambuh. Dia minta dijemput. Lewat telpon istriku berusaha menjelaskan bahwa kami tidak bisa menjemputnya hari ini. Capekku belum benar-benar hilang.......... Ini kado ulang tahunku...... mo marah? He... he
Monday, July 21, 2008
Tuesday, July 15, 2008
Hisyam kembali ke Gontor

Ini hisyam, dia sedang berpose di atas sepeda motor. Gambar di ambil pada tanggal 6 Juli 2008, pada saat dalam perjalanan pulang dari Metro menuju Bandarlampung untuk selanjutnya menuju Gontor 9. Dia harus segera kembali ke pondok setelah ijin 2 hari karena amandelnya kambuh, kegiatan di pondok yang cukup padat membuatnya 'lelah' fisik dan mental. Betapa tidak pada saat kami menjenguknya pada hari minggu, dia harus ikut latihan baris berbaris pada pukul 14 siang. Pada saat itu hari terasa sangat panas, namun dia tak berdaya. Dia harus mengikuti kegiatan tersebut.
Wednesday, July 2, 2008
Once upon a time in Batanghari ogan, Tegineneng. Pesawaran, Lampung
Once upon a time in Bandar Lampung
Foto diambil pada hari sabtu, 28 Juni 2008, aq sedang mengikuti rapat pembagian tugas menyongsong tahun pelajaran 2008/2009. Acara rapat dimulai dengan evaluasi program tahun pelajaran 2007-2008 dan dilanjutkan dengan pembagian tugas untuk tahun pelajaran 2008/2009.
Sarapan itu penting, namun kadang-kadang banyak orang tidak sempat melakukannya. Kebiasaan sarapan pagi harus ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak tidak perlu jajan di sekolah. Sebagai bapak aq harus selalu sarapan pagi, supaya anak-anak (Hisyam and Dila) tidak protes kalo disuruh sarapan.my great family
My great family!!!!!!!, saya memiliki keluarga kecil. Saya menikah pada tanggal 14 Desember 1995, pada tanggal 7 September 1996 anak pertama lahir, seorang anak laki-laki, kami beri nama Fathi Hisyam Panagara. Adiknya , Salsadila Adha Putri lahir di Bandarlampung, pada tanggal 14 Maret 2000. Saat ini dia sedang duduk di bangku kelas 3 MIN sukarame.
Fathi hisyam panagara, menyelesaikan pendidikan di MIN Sukarame tahun 2008, lalu dia melanjutkan ke Gontor 9, Kalianda.
Istriku Tri Siwi Susilowati, lahir di Metro, 9 September 1969, sudah setahun ini dia menjadi tenaga guru honorer pada Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Darul Ulum. Dia mengajar 3 hari, senin s.d. rabu. selain itu dia juga mengantar jemput Dila pergi dan pulang sekolah.Once upon a time in PM Gontor Lampung
Fathi Hisyam Panagara, dia berkeinginan keras untuk melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Gontor 9, keinginannya muncul saat dia duduk di kelas 6 MIN sukarame, ada 2 orang temannya yang juga berminat untuk melanjutkan sekolah ke Pondok Modern Gontor, yaitu Fikril dan Fahmi, namun keduanya tidak ada yang masuk ke Gontor. Fahmi sempat bertahan 1 hari di pondok Gontor, sedangkan Fikril mendaftar pun tidak.Once upon a time in Jakarta part 2
Once upon a time in Nusantara Permai, Bandar Lampung Part 6
Once upon a time in Nusantara Permai Part 3
Once upon a time in Nusantara Permai Part 2
Once upon a time in Nusantara Permai, Bandar Lampung
Subscribe to:
Comments (Atom)













